Our Blog Details

Festival Buah Lokal, Daya Tarik Baru Banyuwangi

Image Author : KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM

- Festival buah lokal dan kuliner kini menjadi daya tarik wisata baru Banyuwangi, Jawa Timur. Ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri datang berbondong-bondong untuk menyaksikan dan ambil bagian dalam festival itu.

Festival yang berlangsung Sabtu (28/3/2015) itu menyajikan buah lokal gratis sebagai penarik minat wisatawan. Buah lokal yang disajikan antara lain manggis, buah naga, pisang, jeruk siam, melon, semangka, jambu tanpa biji, hingga durian merah yang masih langka.

Dalam festival, pengunjung juga dapat memborong buah dengan harga lebih murah dibanding dengan harga pasaran. Manggis, yang biasanya dijual Rp 13.000 per kilogram, di festival ini dijual Rp 9.000. Begitu pula jambu kristal yang biasanya 1 kilogram Rp 20.000, di festival Rp 15.000. Durian merah yang biasanya dijual Rp 200.000-Rp 300.000 per buah bisa diperoleh dengan harga Rp 100.000-Rp 200.000.

Festival buah lokal itu juga dibarengi dengan Festival Kuliner Sego Tempong. Sego tempong merupakan masakan khas Banyuwangi yang menyajikan nasi, sayuran hijau lengkap, lauk-pauk, dan sambal pedas. ”Sambal pedas ini yang menjadi cirinya. Kenapa dinamakan tempong karena serasa ditempong alias ditampar,” kata chef Marinka yang memandu acara Festival Sego Tempong.

Dalam Festival Sego Tempong, sekitar 206 peserta berlomba menyajikan kuliner sego tempong untuk dinilai panitia, termasuk chef Marinka. Peserta terdiri dari pemilik warung di perkampungan, pedagang kaki lima, hingga pengelola restoran di hotel berbintang di Banyuwangi. Warga pun bebas mencicipi sego tempong yang dibuat oleh para peserta.

Diburu wisatawan

Festival kuliner dan buah lokal itu menarik banyak wisatawan. Sekitar 200 porsi nasi tempong dibuat serentak.

Saat sego tempong dibuat, warga dapat mencicipi buah ketika acara festival buah lokal dibuka. Hanya dalam hitungan menit setelah dibuka, gunungan buah durian merah, manggis, dan sebagainya langsung ludes diperebutkan warga. Mereka berdesak-desakan untuk mendapatkan buah gratis, terutama durian merah.

Robby, wisatawan asal Amerika Serikat yang ikut berebut buah, sengaja membuat rencana jauh-jauh hari untuk datang ke Banyuwangi. Ia dan istrinya, Lindsay, ingin mencicipi buah lokal, terutama durian merah.

”Kami sudah merencanakan perjalanan ini enam bulan sebelumnya. Kami dengar ada festival buah lokal dan durian merah di dalamnya. Demi itu kami datang,” kata Robby.

Robby yang sempat mencicipi durian merah mengatakan, varian itu merupakan varian langka yang enak yang pernah ia coba. Tak cukup mencicipi satu durian, ia pun memborong sejumlah durian merah yang dijual petani di stan buah lokal.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival itu diharapkan dapat menjadi sarana promosi wisata sekaligus mendongkrak pendapatan petani buah. Buah lokal selama ini terancam terdesak oleh buah impor. ”Untuk melindungi buah lokal, kami membuat kebijakan untuk selalu menyajikan buah lokal di setiap rapat dan perjamuan, mulai dari tingkat RT sampai kabupaten,” katanya.

Festival buah lokal dan kuliner sego tempong hanyalah dua dari 38 festival yang diadakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun ini. Tujuannya agar wisatawan terus datang ke Banyuwangi tanpa henti. (NIT/JAN)

Editor : I Made Asdhiana
Source Berita : Kompas.com